5 Cara Atasi Pekerjaan Numpuk Saat Lagi Liburan

September 20, 2018 0 Comments

5 Cara Atasi Pekerjaan Numpuk Saat Lagi Liburan

Orang-orang kantoran biasanya punya waktu sendiri saat bekerja dan berlibur. Terkadang, ada beberapa saat dimana pekerjaan harus selesai setelah berlibur. Mau tidak mau, Anda harus menyelesaikannya saat liburan.

Jika Anda terjebak dalam situasi seperti ini, ada beberapa hal yang bisa dilakukan supaya bisa tetap berlibur dengan asyik tapi pekerjaan bisa selesai, dilansir dari CNN:

1. Buat perencanaan

Buat perencanaan kapan Anda akan menyelesaikan pekerjaan dan kapan akan berlibur. Tulis saja dengan catatan kecil. Misalnya, pagi hari sebelum pergi jalan-jalan Anda mengerjakan sepertiga bagian tugas. Setelah jalan-jalan dan istirahat, lanjutkan sisanya.

Kalau Anda harus bertemu dan rapat dengan klien, atur akomodasi agar tetap bisa istirahat dengan nyaman. Jangan lupa dengan fasilitas akomodasinya.

2. Jaga rutinitas harian

Jangan karena berlibur, Anda bisa bermalas-malasan. Tetap jaga rutinitas harian. Kalau Anda sering berolahraga dan meditasi di pagi hari, lakukan itu sebelum menyelesaikan pekerjaan. Jangan pernah tinggalkan rutinitas harian.

Bila perlu, tambahkan gaya hidup sehat agar saat bekerja Anda bisa fokus. Konsumsi camilan sehat, minum banyak air putih dan hindari kafein untuk begadang.

3. Tidur cukup

Rutinitas tidur yang baik akan membuat Anda bugar ketika bangun. Pastikan Anda tidur dengan cukup agar saat bekerja bisa produktif. Bila perlu, pasang alarm supaya Anda tidak tidur berlebihan.

4. Tetap biarkan diri Anda menikmati liburan

Ingat, Anda sedang liburan. Jangan khawatir pekerjaan tidak selesai, tetap nikmati liburan Anda dan lakukan eksplorasi budaya di destinasi tujuan. Dengan menambah pengalaman baru saat berwisata, pikiran Anda bisa menjadi lebih segar dan siap untuk melanjutkan pekerjaan yang harus diselesaikan.

5. Buat jaringan

Di sela-sela liburan dan bekerja, Anda bisa menambah teman dan jaringan profesional Anda. Setiap bertemu dengan orang, berbicaralah dengannya dan minta kontaknya untuk berjaga-jaga. Siapa tahu, ketika Anda butuh seseorang untuk membantu pekerjaan, Anda bisa mengandalkan orang itu.

0 komentar:

Ini Akibatnya Jika Anda Membenci Pekerjaan Anda, Bahaya!

September 13, 2018 0 Comments

Ini Akibatnya Jika Anda Membenci Pekerjaan Anda, Bahaya!

Kepenatan tidak jarang melanda ketika tengah mempunyai banyak pekerjaan. Perasaan ini dapat berujung dengan adanya ketidaksukaan bahkan benci pekerjaan yang ternyata juga dapat merusak kesehatan.

Melansir huffpost.com, ada beberapa hal yang bakal terjadi pada tubuh ketika Anda membenci pekerjaan. Apa saja? Simak rangkuman Fimela.com di bawah ini.

1. Tak Bisa Tidur

Kesulitan untuk tidur biasanya disebabkan pikiran yang dibebankan pekerjaan. Tak jarang Anda terbangun karena masih ada pekerjaan yang belum diselesaikan.

2. Sakit Kepala

Otot-otot bakal menjadi tegang untuk menjaga tubuh mengalami cedera. Ketegangan kronis pada kepala, leher, hingga bahu dapat menyebabkan sakit kepala hingga migrain.

3. Nyeri Otot

Saat membenci pekerjaan, otot bakal membanjiri sistem dengan adrenalin dan hormon stres lain dan membuat Anda merasa gelisah. Jika Anda mendapati bahu yang bungkuk atau rahang mengeras, ini menjadi tanda kesehan Anda memburuk.

4. Kesehatan Mental Memburuk

Stres yang meningkat dapat membuat masalah kesehatan mental memburuk. Rasa khawatir terus menerus karena pekerjaan dapat menyebabkan seseorang mengalami depresi.

5. Sering Sakit

Banyak penelitian yang menunjukkan bahwa stres kronis bisa membahayakan sistem kekebalan tubuh. Hal ini juga dapat membuat Anda rentan diserang penyakit.

6. Kehilangan Hasrat Seks

Pekerjaan juga dapat membuat hubungan pribadi terganggu. Stres berkelanjutan dapat mengurangi hasrat seksual seseorang.

7. Merasa Lelah Sepanjang Waktu

Rasa lelah dapat dikurangi dengan tidur atau mengganti waktu tidur. Pekerjaan yang tidak disukai dapat menciptakan siklus yang menguras energi.

8. Sakit Perut

Gangguan pencernaan seperti sembelit atau kembung dapat dikaitkan dengan stres. Stres berdampak pada apa yang dicerna usus, mengubah bakteri di dalamnya dan berdampak pada suasana hati.

0 komentar: